Liputan6.com, London: Legging menjadi tren fashion terbaru. Mulai dari First Lady Michelle Obama, Pop Star Katy Perry hingga mantan Spice Girl yang juga fasion desainer ikut mengenakan legging. Padahal celana ketat ini bisa bikin malas olahraga dan tambah gemuk. Lho?
Legging itu sendiri adalah jenis pakaian ketat yang menutupi kaki, yang dapat dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Mereka biasanya terbuat dari campuran lycra, spandex, nilon, katun, atau polyester.
Mengenakan legging memang membuat kaki terlihat ramping. Namun efek yang ditimbulkan legging membuat otot-otot menjadi malas, perut menjadi lembek, dan kaki pun lemas.
Sammy Margo, seorang fisioterapis mengatakan mengenakan legging membuat pemakainya merasa senang dan terlihat hebat. Namun dibalik itu semuanya ada efek negatifnya.
"Mereka menahan dan menyokong quadriceps (otot paha depan), bokong, dan otot inti di perut Anda, serta tugas otot yang seharusnya dilakukan," jelas Margo seperti dilansir Daily Mail.
"Akibatnya, otot-otot dibiarkan santai dan berhenti," ujarnya.
Margo menambahkan, legging juga menyembunyikan bagian tubuh kita yang tidak kita sukai. "Seperti selulit di kaki atau bagian atas yang gemuk. Sehingga kita mengabaikan masalah ini dan tidak terlalu termotivasi untuk latihan bagian ini," ungkapnya.
Para ahli menyarankan para wanita agar mendapatkan kembali kekuatan otot yang menjadi lesu oleh mode fashion yang populer melalui beberapa latihan harian yang sederhana.
Ini termasuk berjalan dengan menambahkan beban di kaki dan olahraga perut sepanjang hari. Dibutuhkan olahraga teratur selama enam minggu untuk mendapatkan kaki yang lansing dan perut yang rata. "Tarik napas dari perut Anda sedalam mungkin dan keluarkan napas sekitar setengahnya," imbuhnya.(MEL)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment